Ruhul Bayan dikategorikan sebagai tafsir Isyari atau Sufi , namun tetap menjaga batasan-batasan syariat. Metodologi yang digunakan oleh Syekh Ismail Hakki meliputi:

A: Belum 100%. Yang tersebar di internet biasanya hanya jilid 1-3 atau beberapa juz pilihan.

Di balik penulisan kitab ini, terdapat sebuah kisah yang menarik. Syekh Ismail Haqqi mengisahkan bahwa dalam sebuah mimpinya, beliau didatangi oleh sendiri yang memerintahkan beliau: "Tulislah sebuah tafsir untuk umatku." Atas perintah mulia tersebut, beliau kemudian menulis tafsir ini dengan memohon pertolongan kepada Allah dan ruhaniyah Rasulullah. Proses penulisan dan penyampaian tafsir ini dilakukan di mimbar Masjid Agung Bursa dan memakan waktu 12 tahun hingga selesai.